Semua tulisan dari saulimbong

Perkenalkan!!! Nama saya Saul Olimpiyanto Oktopriadi Limbong, cukup panjang memang, tapi pembaca cukup memanggil saya Saul atau Limbong saja. Lahir di atas sebuah ranjang rumah sakit yang ada di Ibukota dengan berat awal kira-kira 2,5 KG dan berat akhir (ketika tumbuh menjadi Saul yang sekarang) menjadi sekitar 76 KG. Lahir dari kehidupan keluarga yang UNICULTURE, dimana Ayah (Limbong Senior) dan Ibu saya merupakan darah Batak. Ada sebab ada akibat, sehingga darah Batak-pun mengalir dalam tubuh saya walaupun bahasa batak belom menjadi bahasa sehari-hari. Kehidupan bayi saya berdomisili di Lebak Bulus, dan kemudian di umur tiga tahun kami sekeluarga pindah ke Pamulang. Kehidupan masa kecil saya bisa dikatakan bahagia layaknya anak-anak seumuran dengan saya. Kelereng, layang-layang, gambaran, karet gelang, bekel dan Nintendo yang jadul masuk ke dalam kegiatan bermain saya waktu kecil. TK Tadika Puri adalah taman bermain diawal saya mengemban dunia penddikan. Naik ke tingkat dasar hingga menengah pertama saya mengemban ilmu di Tirta Marta-BPK Penabur. Kemudian,merasa bahwa saya ingin menjalani kehidupan di sekolah negri, maka saya melanjutkannya di SMAN 46 Jakarta. Di masa SMA adalah masa pencarian jati diri. Siapakah diri saya sebenarnya? Untuk apa saya dilahirkan di dunia ini? Ingin kemana saya selanjutnya? Pertanyaan-pertanyaan itu terus merong-rong diri saya. Setelah lulus saya-pun mengikuti ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, dan saya-pun masuk ke Institut Pertanian Bogor. Hingga saat ini saya masih menjalani kehidupan dunia kuliah di Departemen Ilmu Kmputer - Institut Pertanian Bogor.

Copy File (CPYF)

Tabel AS400 merupakan object *FILE, maka command CPYF digunakan untuk copy seluruh atau sebagian struktur tabel pada database ke table lain. Berikut command copy file yang biasa saya gunakan:

Member Option > MBROPT

# MBROPT(*ADD) - Copy seluruh record file source ke file target
# MBROPT(*REPLACE) - Copy seluruh record file source ke file target diawali delete member file terlebih dahulu

Create File > CRTFILE

# CRTFILE(*YES) - Membuat file baru di target library
# CRTFILE(*NO) - File sudah tersedia di target library

Copy From – To Record Number > FROMRCD – TORCD

# FROMRCD (*START/<rrn>) - *START jika akan copy dari record pertama dari file source, atau <rrn> relative record number jika ingin dari record number tertentu
# TORCD (*END/<rrn>) - *END jika akan copy sampai record terakhir dari file source, atau <rrn> relative record number jika ingin sampai record number tertentu

Record Format Field Mapping – FMTOPT

Parameter ini digunakan jika format file sumber berbeda dengan format file target
# FMTOPT (*NOCHK) - Copy file berdasarkan length dari record yang ada
# FMTOPT (*MAP *DROP) - Copy file berdasarkan nama field yang ada (*MAP) dan abaikan field yang tidak ada (*DROP)

Contoh:

# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD) CRTFILE(*YES)
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD)
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*REPLACE)
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD) FROMRCD(*START) TORCD(*END)
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD) FROMRCD(10) TORCD(*END)
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD) FMTOPT(*NOCHK) 
# CPYF FROMFILE(SRCLIB/SRCFILE) TOFILE(TGTLIB/TGTFILE) MBROPT(*ADD) FMTOPT(*MAP *DROP) 
                                  

Recovery Point Object dan Recovery Time Object

Disaster Recovery selalu erat kaitannya dengan Recovery Point Object dan Recovery Time Object (RPO dan RTO).

Source: MIMIX Documentation

Recovery Point Object (RPO) merupakan titik waktu terakhir dari suatu sistem IT yang dapat dipulihkan. Pada bagian ini, teknologi yang digunakan sangat menentukan seberapa jauh ketertinggalan data atau bahkan kerugian suatu perusahaan ketika terjadi gangguan pada sistem utama. RPO digunakan pada teknologi seperti backup, replikasi storage, replikasi data dan lainnya.

Recovery Time Object (RTO) terkait dengan waktu yang dibutuhkan untuk sebuah sistem IT dapat beroperasi normal kembali ketika terjadi planned / unplanned interuption. Untuk kondisi unplanned interuption, yang termasuk kedalam RTO diantaranya, deteksi error, recovery data dan menaikkan aplikasi kembali online.

Membuat Volume Group, Logical Volume dan File System dari Disk Baru pada AIX

Membuat Volume Group (VG)

Gunakan command cfgmgr untuk scan dan identifikasi seluruh konfigurasi yang terinstall.

#cfgmgr

Kemudian command lspv untuk melihat konfigurasi pv.

#lspv

root@xxx:/>cfgmgr
root@xxx:/>lspv
hdisk18         00f86d5fa9781a05                    rootvg          active
hdisk27         00f86d5fa99e3994                    datavg          active
hdisk30         none                                None            active

Berdasarkan contoh diatas, pada system terdapat LUN hdisk30 yang belum terkonfigurasi apapun. Gunakan command bootinfo -s hdiskxx untuk mengetahui size dari LUN tersebut.

Lanjutkan membaca Membuat Volume Group, Logical Volume dan File System dari Disk Baru pada AIX

Backup, Restore dan Cek History AIX DB2

Backup, restore dan cek history yang sering saya gunakan. Login menggunakan user DB2.

Backup database beserta lognya secara interaktif:

db2 backup database <dbname> online to </filesystem> include logs

Untuk submit job agar berjalan pada background:

nohup db2 backup database <dbname> online to </filesystem> include logs &

Untuk restore, dapat dengan menggunakan:

db2 restore database RP1 from </filesystem> taken at <yyyymmddhhmmss>
atau
nohup db2 restore database RP1 from </filesystem> taken at <yyyymmddhhmmss> &

Untuk melihat proses backup/restore:

db2top and then press u
or
db2 list utilities show detail

Untuk mengetahui history aktivitas backup dengan:

db2 list history backup since <yyyymmdd> for <dbname> 

Rekonfigurasi HADR Pada AIX

Asumsi jika kita akan melakukan rekonfigurasi replikasi HADR yang sudah ada.

PRIMARY :
   db2 update db cfg for namadb using HADR_LOCAL_HOST ip_addr_primary
   db2 update db cfg for namadb using HADR_LOCAL_SVC port1
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_HOST ip_addr_standby
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_SVC port2
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_INST namainstance
   db2 update db cfg for namadb using HADR_SYNCMODE ASYNC
   db2 update db cfg for namadb using HADR_PEER_WINDOW 120
   
STANDBY :
   db2 update db cfg for namadb using HADR_LOCAL_HOST ip_addr_standby
   db2 update db cfg for namadb using HADR_LOCAL_SVC port2
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_HOST ip_addr_primary
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_SVC port1
   db2 update db cfg for namadb using HADR_REMOTE_INST namainstance
   db2 update db cfg for namadb using HADR_SYNCMODE ASYNC
   db2 update db cfg for namadb using HADR_PEER_WINDOW 120
   
notes: Port antara DC dan DRC berbeda