Tukang Cukur dan Pria Aneh

Kios tempat tukang cukur menjual jasanya berada di pinggiran jalan raya. Dan suatu hari, datang seorang Pria yang hendak mencukur rambutnya. Ketika si Tukang Cukur mencukur rambut Pria tersebut, sang Pria berbicara kepada si Tukang Cukur sambil melihat kearah luar kios cukur.
Pria Aneh : Saya yakin kalau Tuhan itu tidak ada. Coba anda lihat keluar, masih banyak gelandangan, pengemis, pengamen dan orang-orang aneh di luar sana. Katanya, Tuhan sangat mengasihi semua umatNya, lalu mengapa orang-orang seperti mereka ada di pinggiran jalan ini??

Tukang Cukur : Jika itu pendapat anda, ya itu hak anda.

Kata si tukang cukur sambil meneruskan mencukur rambut. Kemudian, berjalanlah seorang pria dengan rambut compang-camping tak terawat melintas di depan kios si Tukang Cukur. Kemudian Pria itu kembali mengucapkan kata-kata anehnya.

Pria Aneh : Coba lihat. Saya yakin kalau tidak ada tukang cukur disekitar sini.

Si Tukang Cukur mulai terusik dengan perkataan pria tersebut.

Tukang Cukur : Loh? Saya ini tukang cukur pak. Bagaimana bapak ini. Sebenarnya, bukan karena tidak adanya tukang cukur di dunia ini tetapi tidak adanya keinginan orang tersebut untuk mencukur rambutnya.

Apa yang bisa kita petik dari ilustrasi diatas :

Yang menyebabkan kita bimbang dan ragu akan kehadiran Tuhan dapat disebabkan oleh kurangnya keinginan atau kerinduan kita untuk mencari Tuhan. Tuhan selalu ada untuk kita dan kitalah yang harus dapat merasakan kehadiran Tuhan bagi diri kita.