Arsip Kategori: Journal

AS400 Penggunaan Journal Cache

Untuk sistem AS400 yang memiliki aktivitas cukup tinggi, penggunaan Journal Cache sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penulisan journal ke journal receivernya. Dengan menggunakan journal cache, pencatatan tidak langsung ditulis ke disk melainkan ke memory terlebih dahulu. Jika bebrapa journal entries sudah tercatat di memory makan akan dipindahkan ke disk.

Lanjutkan membaca AS400 Penggunaan Journal Cache

AS400 Journal – Work with Receiver Directory

Journal Receiver yang berfungsi sebagai penampungan Journal Entries yang ditulis oleh Journal memiliki ukuran dan batasan. Untuk masuk ke Receiver Directory, melalu Work with Journal Attribute, tekan F15=Work with Receiver Directory.

Berdasarkan info diatas, berikut beberapa hal yang dapat disimpulkan:

  1. Total size of receivers, jumlah size seluruh journal receivers yang terbentuk.
  2. Kolom Receiver, object Journal Receiver yang sudah terbentuk oleh Journal
  3. Status. ONLINE berarti receiver sudah tidak dipegang oleh Journal dan belum disimpan. ATTACHED menandakan Journal Receiver yang saaat ini sedang dipegang oleh Journal. SAVED receiver sudah tidak dipegang oleh Journal dan telah disimpan.
  4. Save Date. Tanggal receiver disimpan.

Display Receiver Attribute

Ketik opsi 8 (Display attributes) lalu tekan Enter.

Berikut detail dari satu buat Journal Receiver. Melalui tampilan ini kita dapat mengetahu waktu receiver tersebut dipegang dan dilepas oleh journal, size receiver, first sequence number dan last sequence number.

AS400 Omit Journal Entry

Omit Journal Entry merupakan salah satu cara untuk mengurangi kapasitas storage pada journal receiver. Omit journal entry hanya ada dua paramater:

  • *NONE, tidak ada journal entry yang diabaikan. Seluruh aktivitas sebuah file atau object data lainnya dicatat ke journal. Jika Audit ingin mengetahui siapa saja yang mengakses suatu file, paramter ini dibutuhkan.
  • *OPNCLO, entries open-close diabaikan dalam mencatat ke journal receiver. Size journal receiver menjadi lebih kecil.

Omit Journal Entry *NONE

Sebagai contoh, file SOOLDAT/TESTFILE using Omit Journal Entries *NONE, jadi jika kita mejalankan RUNQRY *N SOOLDAT/TESTFILE akan mencatat aktivitas open dan close file.

Entries dengan code type F-OP (file open) dan F-CL (file close) dicatat oleh journal.

Omit Journal Entry *OPNCLO

Sebagai contoh, file SOOLDAT/TESTFILE using Omit Journal Entries *OPNCLO, jadi jika kita mejalankan RUNQRY *N SOOLDAT/TESTFILE akan mencatat aktivitas open dan close file.

Aktivitas open dan close file tidak dicatat oleh journal.

Mengubah Omit Journal Entry:

Melalui command line, ketik CHGJRNOBJ lalu tekan F4=Prompt. Tekan F9=All Parameter untuk memperlihatkan seluruh paramter.

Tekan page down sampai menemukan parameter Attribute (ATR). Masukkan parameter Attribute: *OMTJRNE dan pada parameter Omit Journal Entry: *NONE atau *OPNCLOSYN (sesuai kebutuhan).

AS400 Journal Record Image

Record image merupakan cara journal mencatat ke journal receiver terhadap perubahan data suatu file. Ada dua jenis record image:

  • *AFTER, journal hanya mencatat data setelah perubahan record suatu file.
  • *BOTH, journal mencatat data sebelum dan setelah perubahan record suatu file.

Kapan menggunakan image *AFTER atau *BOTH?

Semua tergantung dari kebutuhan user.

Image *BOTH dapat digunakan untuk keperluan audit (mencatat data sebelum dan setelah diubah). Karena ada pencatatan dua isi data, journal entries yang terbentuk pun akan lebih besar dan mengkonsumsi kapasitas disk dua kali lebih besar dari image *AFTER.

Image *AFTER membuat penulisan journal entries ke journal receiver lebih sedikit. Image ini membuat proses audit menjadi lebih sulit karena hanya melakukan pencatatan setelah data diubah.

Contoh file dengan journal image *AFTER dan *BOTH ketika dilakukan update record melalui STRSQL.

Record Image *BOTH:

File SOOLDAT/TESTFILE dengan journal images *BOTH. Dilakukan perubahan data dengan STRSQL:

update SOOLDAT/TESTFILE set address=’Jakarta’ where name=’Bob’

Journal mencatat dua journal entries R-UB (update before) dan R-UP (update after).

Record Image *AFTER:

File SOOLDAT/TESTFILE dengan journal images *AFTER. Dilakukan perubahan data dengan STRSQL:

update SOLDAT/TESTFILEset address=’Bali’ where name=’Bob’

Journal mencatat satu journal R-UP (update after) saja.

Merubah Journal Record Image:

Melalui command line, ketik CHGJRNOBJ lalu tekan F4=Prompt. Tekan F9=All Parameter untuk memperlihatkan seluruh paramter.

Tekan page down sampai menemukan parameter Attribute (ATR). Masukkan parameter *IMAGES dan parameter *AFTER atau *BOTH (sesuai kebutuhan).

Note: Untuk sistem yang memiliki aktivitas database cukup tinggi, images *AFTER sangat direkomendasikan. Karena akan mengurangi I/O disk dibanding dengan menggunakan *BOTH.

AS400 Work with Journal Attribute (WRKJRNA)

Command Work with Journal Attribute atau WRKJRNA menampilkan seluruh attribute dari sebuah journal. Dengan command ini kita dapat menampilkan Journal Receiver yang sedang Attached, file-file yang terjournal dan lainnya. Melalui command line, ketik WRKJRNA lalu F4=Prompt, masukkan nama journal dan librarynya, lalu tekan Enter.

Tampilan Work with Journal Attributes:

Jika kita lihat dari tampilan diatas, ada beberapa informasi yang didapat (saya akan ambil beberapa yang dapat menjadi perhatian):

  1. Journal Receiver yang saat ini sedang digunakan adalah SOOLGPL/MYRCV
  2. Journaled object menandakan jumlah object yang terjournal.
  3. Manage recevier, jika berstatus *SYSTEM artinya sistem yang akan otomatis membuat receiver baru jika attached receiver sudah dalam keadaan penuh.
  4. Delete receiver *NO, berarti receiver yang sudah dalam keadaan dettached tidak terdelete otomatis.
  5. Journal cache *NO, berarti tidak dilakukan caching pada journal receiver.
  6. Journal state *ACTIVE, journal sudah dalam keadaan aktif.

Display Journal pada AS400

Artikel terkait:

Ketik command DSPJRN lalu tekan F4=Prompt. Masukkan nama journal dan library.

Display System Journal QAUDJRN:

Display User Journal MYJRN:

Dari System dan User journal diatas, output dari display journal adalah aktifitas dari pencatatan masing-masing journal. Sequence merupakan Journal Entries . Code dan Type merupakan aktivitas yang dilakukan, serperti contoh F-JM pada user journal, entry code ini artinya pengoperasian File (F) dengan tipe aktivitas Start Member (JM). Berikut melihat detailnya, beri opsi 5=Display entire entry pada entry code yang akan dilihat lalu tekan Enter.:

F10=Display only entry details

Pada entry detail dapat terlihat, object, aktfitias, waktu dan Journal Receiver tempat entry data ini dicatat. Cara diatas merupakan cara display journal pada posisi Journal Receiver yang saat ini digunakan.