Arsip Kategori: AS400

Belajar AS400 Menggunakan Help F1

Ini merupakan salah satu tips manjur untuk kita sebagai pemula di AS400. Bahkan saya yang sudah beberapa tahun tenggelam di AS400 pun masih sering menggunakan Help. Dengan fungsi F1-Help kita dapat memahami keterangan dari command, parameter atau halaman yang kita sedang gunakan. Sebelum kita membahas tentang Help, berikut persyaratan agar Help dapat digunakan oleh user:

  1. License program Online Information (product option 2) terinstall dengan status *COMPATIBLE.
  2. Library QHLPSYS masuk ke library list user yang digunakan.

Cek License Program

Melalui command line ketik GO LICPGM lalu tekan Enter.
Ketik opsi 10 pada command line lalu tekan Enter, untuk masuk ke Install licensed programs.
Pastikan Licensed Programs Online Information telah terinstall dengan status *COMPATIBLE.

Cek Library List User

Melalui command line, ketik DSPLIBL lalu tekan Enter.
Pastikan libarary QHLPSYS ada pada library list.

Jika kedua persyaratan tersebut sudah terpenuhi, maka kita bisa menggunakan fungsi help pada AS400. Fungsi Help AS400 dapat digunakan dengan menekan tombol F1 pada bagian yang ingin kita ketahui. Misalkan pada halaman menu MAIN. Arahkan kursor (pada gambar ditandai dengan underline merah) pada command line atau pada header halaman IBM i Main Menu lalu tekan F1.

Muncul Help dari menu IBM I Main Menu yang berisi tentang penjelasan tentang halaman tersebut (tekan page down untuk ke halaman berikutnya).

Arahkan kursor ke arah menu opsi, maka akan keluar help sesuai opsi yang ingin kita ketahui.

Kursor pada opsi 1. User tasks lalu tekan F1.
Help untuk spesifik Option 1 saja yang keluar.

Begitu juga ketika kita akan menggunakan command. Jika memang command tersebut baru kita tahu dan ingin tau fungsinya apa dan parameter apa saja yang dapat diisi. Misalkan command WRKOBJ, berikut caranya:

Ketik command WRKOBJ pada command line lalu tekan F4 = Prompt.
Arahkan kursor satu persatu sesuai gambar untuk cek fungsi Help dan baca keterangannya.

Note: Tidak semua command atau halaman memiliki Help Guidance, ini tergantung dari program atau command tersebut menyediakan fungsi help atau tidak. Untuk semua command dan menu bawaan dari sistem biasanya sudah menyediakan fungsi help. Tetapi jika AS400 kita memiliki command atau menu lain dari 3rd party atau aplikasi luar IBM, bisa saja fungsi help tidak ada pada command dan menu tersebut.

Memahami Command AS400

Sebagai pemula saat saya mempelajari AS400 adalah rasa bingung untuk memulai dari mana. Ketika dihadapkan dengan layar hijau yang sudah log-in, yang jadi pertanyaan saya adalah.. Oke, saya akan memulai dengan apa?

Sama seperti Linux ataupun Unix lainnya yang menggunakan terminal based, seluruh proses pengoperasian dilakukan dengan command. Meskipun di AS400 sudah tertuang menu-menu yang ada, tetapi dengan menggunakan command akan lebih memudahkan kita dalam beraktifitas di AS400. “Ah, sulit menghafal command-command..” Betul, tidak mudah menghafal semuanya, bahkan saya pun tidak hafal semua command yang ada di AS400. Tetapi cukup pahami konsep command AS400 maka kita akan dengan santainya mengoperasikan AS400.

Command AS400 memiliki aturan seperti berikut:

  1. Tidak lebih dari 10 karakter
  2. Gabungan dari 2 atau 3 kata yang disingkat
  3. Diawali dengan kata kerja dan diikut dengan object-nya.

Kata kerja yang dipakai menandakan aktifitas apa yang akan dilakukan, seperti:

  • ADD – Add
  • DLT – Delete
  • DSP – Display
  • EDT – Edit
  • CHG – Change
  • CRT – Create
  • RMV atau RM – Remove
  • WRK – Work with
  • dan lainnya.

Kata object yang merupakan target dari aktifitas yang akan dipakai oleh kata kerja, seperti:

  • OBJ – Object
  • F – File
  • FD – File Description
  • TCP – Tcp config
  • LIBL – Library list
  • DTAARA – data area
  • SPLF – Spool File

Object terlihat memang panjang, tetapi jika kita lihat tetap berada pada aturan bahwa satu kata di singkat menjadi 1 sampai 3 huruf. Jadi command AS400 merupakan gabungan dari kedua kata tersebut, sebagai contoh:

Command WRKOBJ, Work with Object, untuk mengakses object yang ada di AS400

Saya menjelaskan gabungan kata kerja dan kata benda diatas bukan berarti apapun kata kerjanya bisa digabung dengan kata objectnya. Sebagai contoh tidak ada command CHGSPLF. Untuk lebih mudahnya, pada command line bisa mengetik GO<spasi>CMD<kata_kerja> untuk mengetahui command apa saja yang dapat digunakan oleh kata kerja tersebut. Contoh, GO CMDDSP:

Maka akan keluar list command DSP:

Saran saya mulailah dari memahami kata kerja DSP dan WRK. Karena kedua kata kerja ini sifatnya tidak ada mengubah apa-apa. Untuk WRK, aktifitas ini untuk masuk ke ranah object, secara tampilan si layar hijau hanya menampilkan list object yang digunakan pada command. Tetapi di halam tampilan Work with kita bisa Display (DSP), Change (CHG), Remove (RMV) dan lainnya.

Command Work with (WRK):

Work with semua object pada library QUSRSYS

Command Display (DSP):

Display Object attribute sebuah program

Untuk mengetahui seluruh nama-nama command pada AS400, dapat dilhat di web IBM, https://www.ibm.com/support/knowledgecenter/ssw_ibm_i_74/rbam6/SS1.htm

Object Based OS400

OS400 merupakan operating sistem berbasi obyek. Jika kita di windows mengenal folder, file, txt dan lainnya, tidak dengan OS400 secara spesifik. Secara dasar, OS400 berbasis UNIX, jadi kita masih bisa menemukan object-object berdasarkan pathnya. Tetapi dasar dari OS400 adalah object based. Dimana seluruh pengoperasian OS400 dapat diakses berdasarkan object-object tersebut. Object OS400 ditampung kedalam Library yang digunakan sebagai tempat penampungan object-object (atau di windows dikenal dengan sebutan Folder).

Pada sisi database OS400 pun sama. Sebagai contoh pada saat membuat database pada OS400, ketika membuat Schema, table dan lainnya pun tertuang menjadi object based jika kita akan mengaksesnya menggunakan layar hijau atau terminal TN5250 untuk OS400. Sebagai contoh, jika kita membuat database DB2 OS400. Apabila membuat schema MYDB, maka di OS400 akan terbentuk object MYDB dengan tipe object *LIB (Library). Begitupula jika kita akan membuat table pada schema database MYDB, misal dengan nama MYTABLE, maka pada OS400 akan terbentuk sebuah object *FILE dengan nama MYTABLE, dan seterusnya.

Hal ini yang menurut saya menjadi kelebihan OS400, kita punya berbagai cara dalam memanage database DB2 yang berjalan pada OS400. Kita bisa menggunakan DB2 Admin atau langsung menggunakan layar hijau akses ke objectnya.

Berikut object-object OS400 yang sering digunakan sehari-hari oleh saya:

  1. *LIB – Library (tempat penyimpanan semua object yang ada kecuali Library lain – tidak ada library di dalam library kecuali library QSYS).
  2. *FILE – File (object file baik berupa database atau data jenis lainnya)
  3. *PGM – Program (hasil compile program seperti CLP, RPGLE, C++, cobol dan lainnya)
  4. *DTAARA – Data area (semacam tempat penampungan data yang dapat digunakan oleh banyak job yang berjalan)
  5. *JRN – Journal (object journal sebagai tempat penampungan hasil pencatatan aktifitas sistem ataupun database)
  6. *JOBD – Job Description (predefine job sebagai parameter attribute ketika suatu job akan dijalankan)
  7. *JOBQ – Job Queue (tempat penampungan job yang akan jalan)
  8. *OUTQ – Output Queue (tempat penampungan output hasil suatu pemrosesan)
  9. *SBSD – Subsystem Description (predefine sebuah subsystem yang jalan pada system)
  10. *LIND – Line Description (object terkait konfigurasi ethernet card atau CMN yang ada di OS400)

Berikut object di OS400:

Untuk melihat lebih detail object-object tersebut, dapat mengunjungi website resmi IBM.

Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan ketik comment saja ya.

Apa itu OS/400?

Artikel ini penulis buat sebagai pembuka dari rencana penulis membuat konten tentang AS400. Adapun bahasa yang dituangkan mungkin menggunakan bahasa sehari-hari saya. Mohon maaf jika ada kekurangan atau hal yang tidak berkenan di hati pembaca.

Okeee… Welll.. Mari kita mulai dari apa itu AS400?

Sejarah singkat curhatan saya dengan AS400, saya bekerja di suatu perusahaan yang menjual jasa support AS400 ketika saya masih fresh graduate. Sebagai orang yang baru lulus dan masih lugu-lugunya dengan AS400 (karena saya yakin kampus berbasis IT manapun di Indonesia tidak mempunyai AS400 untuk dipelajari), saya ditantang untuk memahami AS400 secara cepat selama masa percobaan. Oke dan saya pun tenggelam dan berjibaku dalam dunia layar hijau.

Pastinya, saya tidak akan menuliskan sejarah AS400. Karena pembaca dapat mencarinya di SEO seperti Google atau Wikipedia. Saya akan menjelaskan sedikit tentang AS400 menggunakan bahasa saya.

AS400 merupakan suatu sistem produk keluaran IBM dengan operating systemnya dikenal dengan OS400 atau OS/400. Saat ini platform ini berjalan di IBM Power 9 Family atau mungkin sudah ada keluaran terbaru tergantung pembaca membaca artikel ini kapan.

Jadi, AS400 merupakan sistemnya, sedangkan OS400 adalah operating systemnya.

Berikut tampilan OS400..

Pada bagian bawah, ada tulisan Selection or Command, disertai garis underline dua baris. Garis underline tersebut merupakan tempat untuk mengetik dan menjalankan command yang ada pada OS400.

Oke, kenapa menggunakan AS400? Kalau saya ditanya ini, saya pasti akan menjawab dengan pandangan saya yang sudah menggunakan OS400 dari 2011. Menurut saya saya OS400 safety dan auditable (tergantung konfig dari sistem yang dibuat). Segala aktifitas apapun dapat ditrace dan dipertanggung jawabkan. Mungkin yang jadi kekurangannya adalah di sisi harga.. ^_^

Untuk lebih detail dalam pengoperasian OS400, akan dibahas di chapter-chapter lainnya.

Pengenalan Dasar CL Programming

CL Program atau CL Procedures merupakan sebuah kumpulan CL Commands yang digunakan pada sistem AS400 untuk mendapatkan masukan, melakukan proses tersebut dan hasil akhir yang akan didapatkan. Program atau prosedur tersebut diberikan sebuah nama (object CL Program dengan type *PGM dan attribute CLP) dan dapat dipanggil di dalam comman line AS400  atau dapat digunakan dalam program atau prosedur lainnya. Hal yang harus diperhatikan dalam membuat CL Program adalah Source Program tersebut (Source Physical File), compile dan mengikat sumber tersebut sesuai prosedur.

Bila anda memasukkan CL Command secara terpisah dari layar Command Entry, setiap perintah secara terpisah diproses. Dengan adanya CL Program, tidak perlu melakukan input entry secara satu-persatu sehingga waktu yang dibutuhkan menjadi dapat lebih cepat. Ditambah lagi, CL procedure dapat digunakan dalam proses batch atau interactive.

Lanjutkan membaca Pengenalan Dasar CL Programming